Kecerdasan Rohani. Pentingkah?

Kecerdasan Rohani. Pentingkah?
Oleh: Joni

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan dari kecerdasan intelektual. Mengapa? Karena dalam hidup ini, kita cenderung lebih banyak menggunakan otak untuk berpikir, berhitung dan memecahkan masalah secara logis. Kita jarang mendengarkan suara hati nurani karena tidak sesuai dengan logika. Padahal bila kita memiliki mata rohani yang jernih, maka kita bisa melihat Tuhan berkarya secara nyata dalam hidup kita. Bahkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa kecerdasan yang paling utama dibandingkan berbagai jenis kecerdasan lain adalah Kecerdasan Rohani (Spiritual Quotient).

Kata spiritual sendiri berasal dari kata spirit yang berarti roh. Pada awal penciptaan manusia, Tuhan membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan roh atau nafas kehidupan agar menjadi makhluk yang hidup (Kej 2:7). Dengan demikian, dalam tubuh kita terdapat roh yang berkarya agar kita dapat mengalami cinta kasih Tuhan dan kehadiran-Nya. Meskipun kecerdasan rohani ini tidak selalu berkaitan dengan keagamaan, namun seseorang yang rajin beribadah, berdoa dan membaca kitab suci secara rutin, umumnya memiliki tingkat kecerdasan rohani yang lebih tinggi. Dan fakta-fakta saat ini menunjukkan adanya korelasi positif antara tingkat kerohanian dengan kesehatan fisik yang lebih baik karena mereka lebih bersyukur, bersuka-cita dan bersemangat dalam menjalani kehidupan (spirit = semangat).

Kecerdasan rohani ditandai dengan adanya pertumbuhan pada diri seseorang, untuk lebih memahami diri sebagai makhluk spiritual yang penuh kasih. Dengan menyadari kehadiran Tuhan dan memaknai kehidupan, kita menjadi lebih dekat dengan Tuhan dan Tuhan pun akhirnya rnemudahkan persoalan kita. Kita sering kali tidak percaya terhadap suatu kejadian jika tidak ada bukti fisik, padahal banyak hal yang tadinya tidak terlihat dan tidak mungkin bisa dilakukan, akhirnya menjadi kenyataan. Maka janganlah kita bersandar kepada pengertian kita sendiri (Ams 3:5) tetapi serahkanlah kepada Tuhan (Ams 16:3).

Kemampuan seseorang untuk bersyukur, berbahagia dan berbuat kasih, berhubungan dengan kecerdasan rohaninya. Dan kasih merupakan tingkat kerohanian tertinggi karena jika kita tidak mempunyai kasih, kita sama sekali tidak berguna meskipun memiliki seluruh pengetahuan (1 Kor 13:2). Jadi mulai sekarang, marilah kita tingkatkan kecerdasan rohani kita dengan datang ke hadirat Tuhan, meneladani cinta kasih Yesus, serta mensyukuri setiap anugerah yang diberikan-Nya. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: