Berkat Tuhan yang melampaui segala akal

Berkat Tuhan yang melampaui segala akal
Oleh: Joni

Apakah kita sering mengeluh ketika menghadapi berbagai persoalan? Ya, seperti halnya umat Israel yang selalu bersungut-sungut ketika mengalami masalah, kita pun sering berkeluh kesah dalam hidup ini. Kita merasa tidak puas dalam segala keadaan, gaji yang tak pernah cukup, kebutuhan rumah tangga yang tak ada habisnya. Belum lagi resiko, hambatan dan rintangan dalam hidup, membuat kita semakin khawatir menghadapi masa depan kita. Akibatnya kita merasa bimbang dan putus asa. Padahal setiap hambatan dan masalah tersebut dapat diatasi, jika kita mengandalkan Tuhan Yesus di dalam segala aspek hidup kita.

Di dalam Fil 4:19, Rasul Paulus mengatakan Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. Jadi apabila kita mempercayakan hidup kita ke dalam tangan Tuhan, Ia akan sepenuhnya mengurus segala kebutuhan kita. Kita semua berhadapan dengan masalah yang sama setiap harinya. Banyak sekali kekhawatiran karena takut gagal, takut resiko, takut ini, takut itu, sehingga mengakibatkan kita terus mengeluh dan berputus asa. Dibandingkan dengan permasalahan yang kita alami saat ini, jikalau kita memahami kondisi Rasul Paulus pada saat di dalam penjara dan penderitaannya yang begitu luar biasa, dia masih tetap bersukacita di dalam Tuhan (Fil 4:4). Rasul Paulus sanggup untuk menghadapi semua tantangan karena imannya kepada Tuhan sehingga dia bisa melakukan segala hal karena kasih karunia Kristus yang memberi kekuatan (Fil 4:13).  

Oleh karena ini, tentunya kita tidak perlu khawatir ataupun berkeluh kesah di dalam hidup ini, jika kita bisa menyadari pemeliharaan Tuhan yang tak pernah berhenti atas hidup kita. Berkat Tuhan yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus. Bahkan pemberian yang diberikan Tuhan berupa anak-Nya sendiri. Inilah karunia yang tidak ada taranya. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Rom 8:32). ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: