Sudahkah kita mempersembahkan yang terbaik buat Tuhan?

Sudahkah kita mempersembahkan yang terbaik buat Tuhan?
Oleh: Joni

Ada tulisan menarik pada pintu masuk salah satu gereja yang tertera “Datang terlambat, mengganggu umat; Pulang cepat, menolak berkat”. Banyak orang yang secara rutin setiap minggu ke gereja, seolah-olah hanya sekadar mengikuti aktivitas gerejawi saja. Mengapa? Karena pada saat di gereja, hatinya belum sungguh-sungguh menyembah Tuhan. Ada yang datang terlambat ke gereja, ada yang asyik ber-sms ketika Perayaan Ekaristi berlangsung dan tidak sedikit yang masih memakai sandal. Padahal sikap kekudusan dan menghormati kehadiran Allah, sudah layak dan sepantasnya kita tunjukkan saat berada di rumah Tuhan. Sama halnya ketika kita berusaha menampilkan yang terbaik jika diundang ke rumah orang no 1 di Republik ini, akankah kita mempersembahkan yang terbaik dari yang terbaik di rumah Tuhan?

Jika kita ingat kembali kisah orang Majus yang mencari Raja yang baru lahir dan kemudian mempersembahkan yang terbaik buat Sang Juruselamat (Mat 2:11), seharusnya menggugah kita untuk memberikan yang terbaik untuk kemuliaan Tuhan. Pemberian ataupun persembahan tidak hanya sebatas dalam bentuk materi, melainkan juga waktu, tenaga dan pengorbanan. Maka waktu yang kita berikan untuk Tuhan pada saat di gereja harus sungguh-sungguh untuk menyembah Tuhan. Dan tentunya harus tercermin dalam perbuatan kita untuk melayani Tuhan dengan sikap serta penampilan yang pantas.

Tuhan Yesus telah membayar dosa kita dengan darah-Nya. Apabila kita mengasihi-Nya, maka dari kasih itu akan lahir pengabdian, pengorbanan dan kesetiaan untuk melayani Dia. Maka rutinitas kita ke gereja bukan sekedar memenuhi kewajiban, tetapi harus melibatkan kerelaan dan kesediaan berkorban demi memberi yang terbaik buat Sang Penebus yang telah mengasihi kita dengan mengorbankan nyawa-Nya. Tidak ada alasan untuk tidak ada waktu dan tenaga untuk melayani Tuhan. Dan melayani Tuhan bukanlah sekedar mengikuti aktivitas gerejawi, melainkan juga mewujudkan kasih dalam tindakan. Pelayanan yang tulus akan menumbuhkan kasih.

Maka mulai hari ini, cobalah kita benar-benar mempergunakan waktu yang ada untuk sungguh-sungguh menyembah Tuhan. Hari demi hari akan terus berganti. Mulailah dengan langkah kecil, dan bertindaklah! Kita akan merasa diri bermakna ketika sujud dan sembah untuk memuliakan Tuhan, benar-benar dilakukan dengan sepenuh hati. ***

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: