Melayani dengan Murah Hati

Melayani dengan Murah Hati

Seperti biasanya setiap hari Sabtu (minggu ke-4), diadakan pertemuan prodiakon untuk mendapatkan bimbingan rohani dan pendalaman iman serta evaluasi tugas-tugas prodiakon. Pada tgl 26 Maret 2011, sekitar 49 peserta prodiakon hadir di Ruang St. Stefanus untuk mendengarkan pendalaman iman yang dibawakan oleh Romo Heribertus dengan tema “Pelayanan yang Murah Hati.” Diawali dengan bacaan dari Luk 15:11-32 (Perumpamaan tentang anak yang hilang), Pak Antonius Wiriadinata memulai pertemuan tsb dengan menjelaskan kemurahan hati bapa yang memberikan warisan kepada anak bungsu yang meminta sesuatu yang sebenarnya bukan haknya. Dan meskipun telah berfoya-foya dengan warisan tsb, si bapa yang telah tua tetap mengasihi anaknya dengan berlari dan memeluknya ketika si anak kembali.

Selanjutnya Romo Heribertus menjelaskan injil Mat 20:1-16 yang menggambarkan kemurahan hati Allah yang sering kali diprotes karena dianggap tidak adil. Orang yang bekerja sejak pagi di kebun anggur dibayar sama dengan yang bekerja hanya satu jam saja, yakni masing-masing mendapatkan satu dinar. Hal ini menimbulkan protes dari pekerja yang bekerja lebih lama, sehingga pemilik kebun mengatakan “Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” Ketika seseorang memberikan kemurahan hati, orang lain malah menuntut kemurahan hati itu sebagai ukuran untuk diperlakukan sama. Menurut Romo Heribertus, sering kali orang mencampur-adukkan keadilan dengan kemurahan hati. Ketika kita memberikan sesuatu karena kebaikan kita pun masih bisa diprotes.

Untuk itu, para prodiakon hendaklah mengenakan sifat Allah dalam pelayanannya, yaitu sifat kasih. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati (1 Kor 13:4). Meskipun setiap umat yang dihadapi itu sangat heterogen dengan kebutuhan yang sangat bervariasi, prodiakon hendaklah tetap melayani dengan total dan penuh kasih. Prodiakon merupakan perpanjangan tangan Kristus untuk melayani umat dan menghadirkan kasih Kristus  bagi umat manusia. Dengan mengikuti Yesus sebagi model pelayanan, kita dipanggil untuk meneladani Yesus dalam memberikan kasih, perhatian dan pelayanan kepada sesama.

Pada akhirnya, kehidupan akan memiliki arti yang baru, ketika setiap orang mau menginvestasikan dirinya kepada sesama. Orang dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi tidak dapat mengasihi tanpa memberi. Maka marilah kita investasikan waktu dan tenaga untuk melayani sesama dengan menunjukkan kasih dan perhatian kita kepada mereka. Pelayanan yang murah hati merupakan perjuangan sepanjang waktu karena sama seperti Bapa adalah murah hati (Luk 6:36), maka selama-lamanya kita harus melayani dengan murah hati.

Pendalaman iman dalam pertemuan prodiakon tersebut sangat bermanfaat dan memberikan spiritualitas yang berharga, terutama bagi prodiakon baru. Di akhir sesi pertemuan ini, dilakukan  tanya jawab serta diberikan pengarahan mengenai tata cara di depan tabernakel. Setelah itu para prodiakon baru angkatan ke-X diminta untuk memperkenalkan dirinya kepada para prodiakon senior. Dan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman tentang rekoleksi prodiakon yang akan diadakan pada tanggal 5-7 Agustus 2011. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: