Menangis

Menangis

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap manusia, pasti pernah menangis. Ketika seorang bayi dilahirkan ke dunia ini, ia juga menangis. Menangis berarti meluapkan perasaannya, sehingga bagi orang-orang yang sedang tertekan, dengan menangis dapat memberikan kelegaan emosi. Menangis adalah perasaan yang sangat manusiawi. Ada orang yang menangis karena sangat bersuka-cita dan berbahagia. Tetapi ada pula yang menangis karena mengalami dukacita yang mendalam, terutama apabila ada anggota keluarganya yang dipanggil Tuhan.

Di dalam Yohanes 11:33-36, Maria menangis ketika saudara laki-lakinya meninggal. Maria dan Marta amat kehilangan Lazarus, orang yang sangat dikasihinya. Ternyata bukan Maria saja yang menangis, bahkan Tuhan Yesus pun turut menangis. Tangisan ini menunjukkan ungkapan kasih mereka kepada Lazarus yang meninggal itu. Bahkan karena sangat mengasihi Lazarus dan mau memberinya kehidupan, Yesus menempuh resiko kehilangan hidup-Nya, karena perjalanan-Nya ke Betania mencerminkan makin mendekatnya perjalanan menuju salib.

Kematian orang yang dikasihi, baik orang tua atau saudara, adalah fakta yang tidak bisa dihindari. Semua orang cepat atau lambat pasti akan mengalaminya. Akan tetapi orang yang menangis dan berduka, sebaiknya tidak tenggelam dalam kesedihan, seolah-olah tidak memiliki pengharapan lagi. Kisah Yesus yang membangkitkan Lazarus yang sudah meninggal selama 4 hari, membuktikan bahwa Yesus mampu mengalahkan maut. Kemenangan Yesus atas maut juga dibuktikan melalui kebangkitan-Nya dari kematian. Yesus akan memberikan hidup lewat kematian, karena Dialah kebangkitan dan hidup. Setiap orang yang beriman seperti Marta, percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah dan percaya bahwa sesudah kematian, akan ada hidup. Maka siapapun yang hidup dan yang percaya kepada-Nya, tidak akan mati selama-lamanya, melainkan akan memperoleh kehidupan kekal.

Karunia hidup yang diberikan oleh Yesus kepada Lazarus sekaligus menunjukkan kemuliaan dan kasih Allah yang dinyatakan melalui pekerjaan Anak-Nya. Untuk itu, setiap manusia diingatkan untuk lebih mengasihi sesama dan keluarganya selagi masih hidup bersama-sama, sebab segala sesuatu akan terasa berharga kalau sudah tiada. Sebagai bahan refleksi: Dengan menangis dan berduka mengenang kematian seseorang, apakah semakin menyadarkan saya betapa berharganya kehidupan ini sehingga mau menjalani hidup ini dengan berkarya dan berbuah untuk kemuliaan Tuhan? ***

1 Comment »

  1. yosias Bunay said

    Puji Tuhan, Tuhan memberkati.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: