Kelahiran Sang Raja

Setiap hari, pasti ada bayi yang lahir di muka bumi ini. Badan PBB bahkan memperkirakan bayi pertama yang lahir pada tanggal 31 Oktober 2011 merupakan manusia ke-7 miliar yang memenuhi planet bumi. Sejumlah negara pun menggelar acara khusus menyambut kelahiran penduduk bumi ke-7 miliar itu. Setiap kelahiran adalah dahsyat dan ajaib (Mzm 139:14). Maka berita kelahiran selalu disambut dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur oleh orang tua dan sanak saudara terdekat. Begitu pula pada hari hari ulang tahun kelahiran, biasanya dirayakan dengan sukacita dan disertai pemberian kado kepada yang berulang tahun.

Pada hari Natal, segenap umat Kristiani juga memperingati hari ulang tahun kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus menjadi momen paling fenomenal sepanjang sejarah manusia. Pemberian terbesar dan paling berharga yang pernah ada; karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yoh 3:16).

Namun berita kelahiran Yesus sebagai Raja orang Yahudi, malah tidak diketahui oleh orang Yahudi sendiri. Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem baru menyadari peristiwa besar mengenai kelahiran Sang Raja, ketika orang-orang majus dari Timur bertanya, “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?” Pertanyaan ‘di manakah’ semakin membuat Raja Herodes terkejut, karena orang-orang majus itu datang untuk melakukan pencarian Bayi Yesus, bukan lagi mempertanyakan ‘apakah’ memang ada raja yang baru lahir. Hal ini berarti orang-orang majus telah mengetahui kelahiran Yesus dan datang untuk menyembah Dia. Kelahiran Raja orang Yahudi yang baru ini, bahkan mendorong orang majus berjalan dari tempat yang jauh jauh dan tidak mengenal lelah, untuk datang menemui-Nya dan mempersembahkan barang-barang berharga kepada-Nya. Rasa hormat yang sangat tinggi justru ditunjukkan oleh orang-orang dari bangsa lain (bukan Yahudi). Orang-orang majus yang tergolong bangsawan, cendekiawan dan orang bijaksana, memberikan penghormatan kepada Bayi ini melebihi penghormatan kepada semua raja yang ada di dunia ini. Dan meskipun menemukan Raja yang mereka cari-cari itu berada dalam palungan di kandang domba, mereka tetap sujud menyembah Dia.

Dengan kesungguhan yang diperlihatkan orang-orang majus dalam mencari, mendapatkan dan menyembah Sang Raja itu, apakah mendorong saya untuk menunjukkan kesungguhan dan penghormatan ketika memperingati hari kelahiran-Nya? ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: