Kepala Keluarga yang meneladani Yesus

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak. Karena di dalam keluarga berkumpul beberapa orang yang tinggal bersama di bawah satu atap, maka perlu dikelola dengan keteraturan. Untuk itulah harus ada yang menjadi kepala. Seperti halnya mengelola sebuah lembaga atau organisasi yang memerlukan seorang kepala, pemimpin ataupun direktur, maka mengelola rumah tangga juga diperlukan seorang kepala keluarga. Ayah berperan sebagai kepala rumah tangga yang mencari nafkah, sedangkan ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga serta mendidik dan membesarkan anak-anaknya.

Hubungan antara kepala keluarga dengan anggota keluarga, dapat dilihat secara konkrit melalui hubungan antara Kristus dan jemaat. Kristus adalah kepala jemaat dan jemaat tunduk kepada Kristus. Hubungan Kristus dengan jemaat bukan menggunakan kekuasaan yang menuntut, melainkan melayani, demikian pula hubungan suami istri meneladani Yesus sebagai model pelayanan. Kasih antara Kristus dan jemaat merupakan contoh teladan kasih, pengorbanan, dan kesetiaan yang tidak terceraikan bagi kepala keluarga dan anggotanya. Ketika istri tunduk pada kepala keluarga dalam segala sesuatu dan setiap saat, bukan berarti karena kedudukan suami yang lebih terhormat sehingga martabat istri direndahkan. Namun karena kasih dan pelayanan dalam setiap kondisi dan situasi, baik suka maupun duka, seperti kepada Tuhan. Kasih seperti inilah yang mempersatukan seluruh keluarga. Begitu juga kasih seorang kepala keluarga kepada istri dan anak-anaknya. Ukuran kasih kepada istri adalah seperti suami mengasihi dirinya sendiri. Ketika kepala keluarga mengasihi istrinya, pastilah dengan pengorbanan dan merawatnya dengan penuh perhatian.

Maka sebagai pemimpin atau kepala keluarga, peran seorang ayah/suami harus menjadi role model bagi anggota keluarganya. Allah menghendaki agar setiap kepala keluarga mengikuti teladan pemberian diri Yesus yang total. Dengan mengikuti Yesus sebagi model pelayanan, kepala rumah tangga dipanggil untuk meneladani Yesus dalam memberikan perhatian dan pelayanan kepada anggota keluarga. Dalam rupa roti yang dipecahkan dan anggur yang dibagikan, Yesus menjelaskan apa artinya terlibat total dalam pelayanan. Dan setiap kali menyambut Ekaristi, suami dan istri diingatkan dan dikuatkan untuk saling mengasihi, selalu mengusahakan persatuan kasih dan rela berkurban demi kesatuan dan keutuhan keluarga.

Sebagai suami, sudahkan saya memimpin rumah tangga dengan meneladani Kristus yang melayani dan mengasihi jemaat-Nya, ataukah sewenang-wenang menguasai anggota keluaga karena mempunyai kedudukan yang lebih tinggi sebagai kepala keluaga? ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: