Misa Natal Wil VII: Kerinduan Mencari Tuhan

Pada hari Kamis, 12 Jan 2012, Wilayah VII yang terdiri atas lingkungan MBR1 s/d MBR 9, mengadakan Misa Natal di GKI Kepa Duri dengan dihadiri oleh 211 umat (86 pria dan 125 wanita). Seperti biasanya, dalam setiap kegiatan wilayah, selalu melibatkan 3 lingkungan untuk ikut berperan-serta sebagai panitia. Tahun ini giliran MBR-7 bertugas sebagai seksi liturgi, MBR-8 sebagai seksi tatib dan MBR-9 sebagai seksi konsumsi. Acara perayaan Natal berjalan baik dan lancar dengan diiringi oleh paduan suara yang paling dibanggakan Wilayah VII yakni Koor Madarosa.

Bacaan injil pada Misa Natal diambil dari Mat 2:1-12 yang mengisahkan tentang orang-orang majus dari Timur yang mencari Raja yang baru lahir. Di awal homilinya, Romo Anton Gunawan menceritakan kisah mengenai suami istri yang saling memberikan hadiah istimewa kepada pasangannya pada malam Natal. Pasangan suami istri ini merupakan keluarga miskin. Sang suami mempunyai sebuah arloji kesayangannya yang terbuat dari emas, namun sudah tidak ada rantainya. Lalu arloji tanpa rantai tersebut dijualnya untuk membeli jepit rambut buat istrinya yang berrambut panjang. Setelah kembali ke rumah, ternyata sang istri juga baru pulang dengan rambut kesayangannya yang sudah dipotong pendek demi membeli rantai arloji. Lalu sang istri memberikan rantai arloji kepada suaminya dan sang suami memberikan jepit rambut kepada istrinya. Meskipun awalnya masing-masing kecewa dengan hadiah natal itu, namun mereka menyadari sudah mengorbankan barang kesayangannya demi pasangannya masing-masing.

Hal yang sama juga dilakukan orang majus dari Timur. Mereka yang tergolong bangsawan, cendekiawan dan orang bijaksana, mau menempuh jarak yang begitu jauh dengan tujuan untuk mencari bayi Yesus, Raja yang baru lahir. Meskipun mereka bukan berasal dari bangsa Yahudi, mereka mau meninggalkan negaranya, meninggalkan kenyamanan hidupnya, untuk berjalan dari tempat yang jauh dan tidak mengenal lelah, untuk datang menemui-Nya. Bahkan ketika menemukan Raja yang mereka cari-cari itu tidak berada di istana (melainkan di kandang binatang), mereka tetap sujud menyembah Dia dan mempersembahkan barang-barang berharga kepada-Nya. “Sudahkah kita melihat bintang Kristus? Adakah kerinduan kita mencari Tuhan seperti kesungguhan yang diperlihatkan orang-orang majus? Itulah beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh Romo Anton sebagai permenungan bagi para umat yang hadir.

Di akhir acara ini, Pak Djoni sebagai Ketua Wilayah VII, mengucapkan terima kasih kepada semua umat dan pengurus lingkungan karena telah mendukung dan membantu semua kegiatan lingkungan dan wilayah. Tanpa terasa sudah berjalan hampir genap 3 tahun kepengurusan ini. Untuk itu Pak Djoni meminta agar para pengurus lingkungan mempersiapkan kader-kader pengurus yang baru untuk diusulkan ke paroki, karena pada bulan Juli akan dilakukan pemilihan dan Agustus sudah pelantikan pengurus baru. Selanjutnya Pak Djoni menyampaikan bahwa acara jalan pagi di Wilayah VII akan ‘dihidupkan’ kembali dan sebelum berakhirnya kepengurusan yang lama akan diadakan ziarek.

Semoga perayaan Natal dan Tahun Baru ini semakin mempererat persaudaraan di antara semua umat dan pengurus lingkungan. Dan dengan melihat kesungguhan orang-orang majus dalam mencari Tuhan, semoga memicu kita semua untuk sungguh-sungguh mencari Tuhan pada saat beribadah dan merayakan Ekaristi. Tuhan Yesus, janganlah lahir di palungan lagi, melainkan lahirlah di dalam hati kami. Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: