Tergeraklah Hatinya oleh Belas Kasihan

Belas kasihan merupakan perasaan yang dimiliki oleh setiap orang. Belas kasihan lahir dari hati yang tersentuh oleh penderitaan orang lain. Maka setiap orang pasti mempunyai belas kasihan (rasa iba, terharu) terhadap orang yang sedang menderita. Makna dari belas kasihan ini termuat unsur rasa simpati terhadap penderitaan orang lain yang dinyatakan dengan keinginan untuk menolong. Jadi belas kasihan bukan sekadar rasa prihatin atau bersikap simpati, tetapi dinyatakan dalam sikap yang konkret untuk menolong. Seseorang yang tergerak hatinya oleh belas kasihan, akan rela dan ikhlas memberi bantuan untuk meringankan penderitaan orang lain. Dari rasa belas kasihan itulah muncul suatu kekuatan/keberanian untuk bertindak membantu orang yang mengalami kesulitan, penderitaan ataupun bencana.

Dalam Bulan Kitab Suci Nasional 2011 ini, terdapat tiga perumpamaan yang menggambarkan tentang belas kasihan, yakni:

1. Perumpamaan Tentang Orang Samaria Yang Baik Hati (Luk 10:25-37). “Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan” (ay 33). Dalam perumpamaan ini Yesus menggambarkan bahwa belas kasihan tidak dibatasi oleh perbedaan ras, tradisi atau status sosial. Sesama manusia adalah setiap orang yang menderita dan membutuhkan pertolongan, tanpa memandang dan membeda-bedakan siapa orang tersebut.

2. Perumpamaan Tentang Anak Yang Hilang (Luk 15:11-32). “Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan” (ay 20). Perumpamaan ini menggambarkan belas kasihan sang ayah, rasa sayang dan simpati yang sangat mendalam, perasaan yang dipendamnya terhadap anak yang hilang namun sudah bertobat dan kembali. Sang ayah selama ini selalu menanti kepulangan anaknya meskipun si bungsu telah meminta pembagian warisan dan hidup berfoya-foya.

3. Perumpamaan Tentang Pengampunan (Mat 18:21-35), “Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya” (ay 27). Perumpamaan ini mengisahkan seorang hamba yang mendapat belas kasihan dari tuannya ketika ia tidak sanggup melunasi hutangnya dan hutang itu dihapuskan. Belas kasihan telah menggerakkan tindakan untuk mengampuni tanpa batas. Ini menegaskan gambaran Allah yang maha pengampun, yang menghendaki agar umat-Nya mampu saling mengampuni.

Dari tiga perumpamaan di atas menunjukkan kemurahan untuk memberikan pertolongan digerakkan oleh rasa belas kasihan. Hati yang tergerak oleh belas kasihan memberikan adanya rasa sosial dan solidaritas terhadap setiap orang yang menderita, dilanjutkan dengan tindakan nyata untuk menolong orang tersebut. Belas kasihan merupakan sikap yang diteladani oleh Kristus. Setiap kali Tuhan Yesus tergerak oleh belas-kasihan, maka Dia segera bertindak untuk menolong. Itu sebabnya setiap kali disebutkan “tergeraklah hati-Nya oleh belas-kasihan” maka senantiasa diikuti dengan suatu tindakan nyata dari Tuhan Yesus. Karya-karya mukjizat Yesus pada hakikatnya merupakan manifestasi dari rasa belas-kasihanNya kepada orang yang sedang menderita.

Yesus pun mengajarkan bahwa Allah, Bapa kita penuh dengan belas kasihan (Luk 6:36). Jika demikian, apakah rasa belas kasihan yang timbul dalam diri saya, sudah menggerakkan tindakan konkrit untuk menolong sesama yang menderita? ***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: