Kunjungan yang Berharga

Seiring perkembangan dunia informasi dan teknologi, saat ini berbagai layanan dapat dilakukan secara elektronik, seperti layanan surat menyurat (email), kartu ucapan elektronik (e-card), pengajuan paspor (e-paspor) maupun transaksi penjualan secara online (e-commerce). Pelayanan secara elektronik tentunya berbeda dengan pelayanan secara konvensional/tradisional. Sapaan yang lembut, percakapan yang santai, senda gurau, canda tawa bersama, sampai dengan suasana doa yang hening, tidak dapat ditemukan dalam layanan secara elektronik. Oleh karena itu, pelayanan yang efektif tidak dapat dilakukan dengan perangkat telepon, surat elektronik, ataupun media internet.

Menyadari pentingnya pelayanan secara konvensional, maka kunjungan pastoral menjadi sarana yang sangat efektif untuk memberikan perhatian kepada umat di lingkungan. Bagi orang jompo dan orang sakit, kunjungan ini sangatlah berarti. Perhatian dan pelayanan sekecil apapun kepada mereka yang sakit, kesepian, dan tidak terperhatikan, sangat memberikan penghiburan.

IMG_0191

Dalam kunjungannya ke lingkungan MBR4 pada tgl 17 Nov 2015, Romo Kris meluangkan waktunya untuk berkunjung di pagi dan malam hari. Pada kunjungan di pagi hari, Romo Kris yang didampingi beberapa ibu-ibu MBR4, menyapa rumah warga untuk berdoa dan memberikan berkat. Kemudian pada malam harinya, diadakan pertemuan Kunjungan Pastoral di rumah Ibu Yanti dengan dihadiri oleh 30 umat termasuk Korwil Wilayah 7 Bapak Kamen Chandra dari juga Bapak Djoni dari DPH. Umat yang terdiri dari anak-anak, OMK, s/d lansia dengan antusias mendengarkan katekese dan penjelasan Arah Dasar KAJ 2016-2020 dari Romo Kris. Romo menjelaskan tentang 4 unsur dalam rumusan Ardas KAJ yang terdiri atas cita-cita (paragraf 1), perutusan (paragraf 2), sasaran priotitas (paragraf 3) dan ungkapan harapan (paragraf 4). Pertemuan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari umat yang menanyakan perbedaan misa harian dan misa hari minggu, dan juga mengenai pemberian anggur pada saat misa.

Kunjungan pastoral ini sangat memberikan pengalaman yang berharga. Kehadiran romo ke rumah umat memberikan sukacita bagi warga. Dengan mengikuti Yesus sebagi model pelayanan, kita semua dipanggil untuk meneladani Yesus dalam memberikan perhatian kepada umat di lingkungan. Ketika Yesus melakukan kunjungan ke Rumah Lewi pemungut cukai (Lukas 5:29); Rumah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42); Rumah Simon si kusta (Matius 26:6);  Yesus menghadirkan kasih Allah, mendengarkan orang-orang dengan empati dan meminta mereka untuk bertobat dan beriman. Maka marilah kita menyapa dan menjangkau mereka yang membutuhkan, kita wujudkan cinta kasih Yesus melalui pelayanan dan kepedulian kita kepada umat di lingkungan. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: